Aplikasikan Business Intelligence untuk Tambahkan Usaha

Aplikasikan Business Intelligence untuk Tambahkan Usaha

Business

Mokapog.com – Untuk perusahaan, info itu penting.

Dari info itu perusahaan dapat mendapat insight apa yang perlu dilaksanakan untuk analisis dan penskalaan usaha. Perusahaan bisa tangkap info yang diperlukan dari beragam sumber.

Ditambah di zaman Big Data seperti saat ini, info ini banyak. Tapi, pertanyaannya bagaimana membuat info itu jadi pas dan efisien agar diamankan secara cepat, gampang dimengerti dan bisa membuat management bisa membuat keputusan yang pas? Jawabnya, dengan manfaatkan tehnologi Business Intelligence (BI).

Apakah itu Business Intelligence

Apakah itu Business Intelligence

Apakah itu Business Intelligence – Apakah itu BI? Secara simpel, BI bisa disimpulkan sebagai seperangkatan alat analitis berbentuk info usaha yang dipakai untuk mentransformasi dari data mentah jadi info yang bermanfaat dan memiliki makna untuk maksud analitis usaha.

BI memberi jalan untuk mendapat pengetahuan yang diperlukan untuk membikin keputusan yang bagus. BI menerangkan mengenai satu ide dan sistem bagaimana untuk tingkatkan kualitas ambil keputusan usaha berdasar mekanisme yang berbasiskankan data. Koleksi data mentah bisa diganti jadi info dengan dianalisa dan diatur berdasar jalinan di antara data dengan ketahui data apa yang ingin dihimpun dan dalam kerangka apa yang diharapkan.

Tehnologi BI bisa tangani data yang tidak terancang dengan jumlah yang besar sekali untuk menolong mengenali, meningkatkan, dan membuat taktik usaha baru. Arah dari BI, untuk mempermudah interpretasi dari jumlahnya data yang besar itu.

Menurut beberapa pakar, tehnologi BI ini bisa dipisah jadi lima tipe. Pertama, Enterprise Reporting, dipakai untuk hasilkan laporan-laporan statis yang dialokasikan ke beberapa orang. Tipe laporan ini sangat cocok untuk laporan operasional dan dasbor. Ke-2 , Cube Analysis, dipakai untuk menyiapkan analitis OLTP multidimensional yang diperuntukkan untuk manager usaha di dalam lingkungan terbatas.

Ke-3 , Ad Hoc Query and Analysis, dipakai untuk memberi akses ke pemakai agar lakukan query pada database, dan mengeruk info sampai di tingkat paling dasar dari info transaksi bisnisonal. Query ini berperan untuk mengeksplor info yang sudah dilakukan oleh pemakai. Ke-4, Statistical Analysis and Data Mining, dipakai untuk lakukan analitis perkiraan atau tentukan korelasi karena karena antara dua matrik. Ke-5, Delivery Report and Alert, dipakai secara pro aktif untuk mengirim laporan selengkapnya atau memberi teguran ke komunitas pemakai yang besar atau banyak.

Langkah Implement BI

Untuk perusahaan yang hendak adopsi dan menerapkan tehnologi BI, ada banyak cara penerapan yang perlu dilaksanakan. Pertama, analisis permasalahan. Ini jadi langkah pertama dari mekanisme BI. Dalam masalah ini permasalahan yang penting dideteksi ialah segalanya yang terkait dengan dunia usaha. Lewat usaha ini karena itu nanti akan diketemukan beberapa jenis data yang diperlukan untuk memberikan dukungan aktivitas analitis oleh perusahaan. Hasil dari analitis berikut nanti akan didapat hasil berkenaan segalanya yang terkait dengan usaha Anda. Maka dari itu analisis permasalahan sebaiknya dilaksanakan secara jelas supaya dapat didapat hasil analitis yang terang.

Ke-2 , analisis lokasi dan penghimpunann data. Setiap perusahaan tentu membutuhkan beragam data. Biasanya data diusahakan untuk didapat terkait dengan beragam hal yang bisa memberikan dukungan aktivitas dari sebuah perusahaan. Terhitung lokasi yang terkait dengan proses pencapaian data. Lokasi harus dipahami karena lokasi ini sendiri akan ikut jadi data hingga dapat memberi info tentang satu hal pada suatu perusahaan.

Umumnya, BI lebih efisien jika dipadukan dengan data yang didapatkan dari pasar tempat perusahaan bekerja (data external) dengan data dari sumber intern usaha perusahaan seperti data operasi dan keuangan (data intern). Jika dipadukan, data external dan intern dapat sediakan deskripsi yang lebih komplet, yang dampaknya, membuat “inteligensi” yang tidak bisa di turunkan dari kelompok data tunggal mana saja.

Ke-3 , mengganti dan memproses data. Seterusnya, data mentah yang didapat dari beragam sumber itu sebaiknya diproses lebih dulu saat sebelum selanjutnya dikaji. Bila data sudah diproses karena itu ini memiliki arti jika data siap untuk diganti sampai jadi wujud yang lebih pas dan dapat diolah. Data yang semula masih memiliki sifat mentah itu perlu diganti sampai jadi sebuah data yang memiliki sifat stabil.

Ke-4, ambil dan kategorisasi data. Data yang telah diproses barusan seterusnya diambil dan dikelompokkan berdasarkan pada dasar persoalan. Dengan begitu, nanti proses analitis data dapat dilaksanakan lebih gampang. Analitis data dapat dilaksanakan dengan menyaksikan data yang sudah terpusat hingga nanti hasil analitis dapat pas target.

Ke-5, memasangkan program. Cara paling akhir dalam mekanisme BI ialah memasangkan program yang dibutuhkan untuk dapat memproses data. Perusahaan dapat memasangkan program untuk menolong beberapa pegawai saat lakukan semua pekerjaannya lebih efisien dan efektif. Dengan demikian, program yang terpasang bisa memudahkan performa pegawai dalam soal analitis data.

Proses penghimpunan, pemrosesan sampai analitis data itu dilaksanakan by sistem dalam arsitektur BI, yakni Data Sources, Data Movement and Streaming Engines, Data Warehouse Servers, Mid-tier Servers, dan Front-End Applications.

Faedah memakai BI

Tentu saja, lewat pendayagunaan program BI ini bisa didapat beragam faedah untuk kebutuhan usaha perusahaan. Secara keseluruahan, beberapa faedah yang didapat perusahaan yang mengaplikasikan tehnologi BI ialah, pertama, analitis sikap customer. Sikap customer ini penting untuk perusahaan dalam usaha pasarkan produk. Dengan bertindak analitis sikap customer karena itu perusahaan dapat memperoleh pengetahuan dan pengetahuan berkenaan apa yang perlu dilaksanakan pada produknya. Hasilkan produk minimal harus dilaksanakan dengan berdasar pada kebutuhan pasar . Maka perusahaan perlu pahami apa yang diharapkan oleh customer, hingga dapat hasilkan produk yang sesuai keperluan dan kemauan customer. Masalahnya satu produk semakin lebih gampang diterima oleh pasar bila memang diperlukan.

Ke-2 , untuk perkiraan pemasaran. BI jadi sebuah mekanisme yang dapat bermanfaat untuk perusahaan untuk tentukan beragam cara dan usaha dalam soal pemasaran atau marketing produk. Dengan BI perusahaan dapat lakukan aktivitas marketing yang pas target. Untuk maksud itu perusahaan dapat lakukan aktivitas perkiraan pada proses pemasaran yang hendak dilaksanakan. Pemasaran yang pas akan membuat produk jadi laku di pasar hingga nanti dapat didapat hasil yang tepat.

Ke-3 , tingkatkan efektivitas ongkos. Business intelligence bisa tingkatkan efesiensi ongkos karena bisa percepat seorang saat lakukan tugas hingga mengirit waktu dan memudahkan pendayagunaannya. Saat yang diperlukan untuk cari data dan memperoleh info yang diperlukan makin singkat dan langkah untuk memperolehnya juga tidak membutuhkan pengetahuan yang khusus.

Ke-4, mempermudah pengukur performa perusahaan. Untuk menghitung performa satu perusahaan kerap dipakai ukuran Key Performnce Indicator (KPI). BI bisa memberikan perolehan KPI satu perusahaan secara mudah, cepat dan tepat. Dengan begiitu akan mempermudah beberapa pihak yang turut serta dalam ambil keputusan untuk menyiapkan beberapa langkah mengantisipasi jika ada tanda yang memberikan ada permasalahan atau memang belum terwujudnya satu sasaran. Disamping itu, BI bisa juga membuat performa operasional dari perusahaan dapat jalan lebih maksimal.

Ke-5, analitis risiko. Pemakaian mekanisme BI dapat menolong perusahaan untuk lakukan analitis risiko. Beragam peluang risiko dapat diprediksikan hingga perusahaan bisa lakukan usaha penangkalan. Usaha penangkalan dilaksanakan sebagai wujud mengantisipasi pada semua risiko yang peluang dapat dirasakan oleh perusahaan. Misalkan risiko rugi sampai menyebabkan pailit.